Monday, September 10, 2012

"The Future Of Social Life"

seringnya kita selalu berpatokan terhadap teknologi, mode fashion dan lain-lain dalam menentukan perubahan jaman, tapi tanpa kita sadari bahwa perubahan yang sangat mendasar sebenarnya terjadi gak jauh dari lingkungan kehidupan kita yaitu "Social Life" atau "Kehidupan Sosial". kehidupan sosial yang lu rasain sekarang pastinya sangat berbeda dengan jaman dahulu, dimana dahulu di dalam pergaulan hanya terdapat teman pria atau teman wanita, tetapi dengan semakin berkembangnya jaman maka kelompok minoritas yang masih belum diakui keberadaannya mulai dapat diterima dengan baik di dalam masyarakat sosial, yaitu mereka yang labil untuk menentukan jati diri mereka yang sebenarnya. lu pasti tahu maksud yang ingin gue sampaikan. 

justru di jaman yang serba teknologi sekarang ini lu gak bakalan jamak atau merasa janggal ketika melihat segerombolan anak muda yang lagi Hangout dimana selalu terdapat diantara mereka adalah kaum minoritas yang seperti gue jelasin di atas, memang mereka tidak berpenampilan seperti wanita, tetapi paling tidak kita dapat melihat sisi feminim cowok tersebut baik dari gesture maupun penampilan serta tingkah laku dan omongan yang cenderung berlebihan atau bahasa jaman sekarangnya di sebut lebay.


anehnya lagi biasanya kelompok ini terdiri dari cewek dan cowok serta mereka cowok yang memiliki sisi feminim, kebanyakan cewek yang gue pernah kenal mengaku merasa lebih nyaman untuk curhat atau sekedar meminta untuk menemani kemanapun dengan cowok yang feminim tersebut, kebanyakan cewek merasa lebih nyaman dan nyambung di karenakan sisi feminim dari si cowok tersebut membuat si cowok feminim itu lebih mengerti serta aware terhadap si cewek tersebut dibandingin dengan cowok pada umumnya.

fenomena semacam ini membuat gw berpikir, apakah kebutuhan akan kehidupan sosial jaman sekarang lebih complete dibandingin jaman dahulu ? terus apa yang menyebabkan kehidupan sosial dapat berubah dengan drastis begitu anehnya ? 


kehidupan sosial yang gak kalah anehnya dapat lu temuin di kota-kota atau bahkan desa sekalipun, gw gag tahu apakah sudah kodrat manusia untuk mencari seseorang yang lebih dari mereka, tapi pantaskah sebuah hubungan di landasi oleh hanya karena kepentingan, harta, popularitas, tampang dan segala hal yang dimiliki tanpa memerhatikan arti dan ketulusan dari hubungan itu sendiri ?

mungkin memang benar semua hubungan yang kita jalin di dunia ini baik itu pertemanan, orang tua, anak, dan lain-lain hanya karena faktor kepentingan, contohnya di dalam pertemanan pasti selalu ada tujuan yang di cari atau ingin dimanfaatkan dan tujuan tersebut merupakan sebuah kepentingan kita baik secara pribadi maupun tidak, begitu juga dengan orang tua atau anak yang sama-sama memiliki kepentingan untuk melanjutkan nama keluarga atau keturunan, lalu adakah hubungan yang tidak dilandasi dengan kepentingan ? 

semua hal diatas menunjukkan betapa sudah jauhnya kita dari arti sebenarnya sebuah kehidupan sosial, apakah ini bentuk kehidupan sosial masa depan kita ? atau kehidupan sosial akan terus berubah seiring dengan dinamisnya polemik dinamika kehidupan sosial.

Wednesday, September 5, 2012